Sebuah peristiwa memilukan sekaligus menggemparkan jagat media sosial baru-baru ini terjadi di kawasan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel). Seorang pemuda yatim piatu berinisial A (25) nekat melakukan aksi di luar dugaan dengan menggali kembali kuburan almarhumah ibu kandungnya sendiri pada malam hari.
Aksi nekat yang memicu keprihatinan publik ini langsung digagalkan oleh warga sekitar sebelum jenazah sempat dikeluarkan dari liang lahat.
Tonton kronologi dan pembahasan lengkap kasus ini secara visual melalui video dari kanal YouTube Ardy Hanakaru di bawah ini:
Kronologi Kejadian di Makam Sengkol Tangsel
Peristiwa tersebut berlangsung di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Sengkol, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Tangsel. Suasana malam yang awalnya tenang mendadak berubah menjadi tegang setelah pengurus lingkungan dan warga setempat mencurigakan adanya aktivitas mencurigai di area pemakaman.
Saat didatangi, warga mendapati pemuda A tengah memegang alat pembongkar dan sudah menggali sebagian tanah makam ibunya. Demi mencegah aksi ilegal tersebut berlanjut, petugas kelurahan setempat bahkan terpaksa mengambil tindakan tegas dengan mematikan aliran listrik di area makam agar kondisi menjadi gelap gulita.
Warga yang berbondong-bondong datang ke lokasi akhirnya berhasil menenangkan pelaku dan menghentikan proses penggalian.
Dipicu Ucapan Pedas Sang Paman
Banyak netizen berspekulasi bahwa aksi ini berkaitan dengan masalah pesugihan atau ilmu hitam. Namun, pihak kepolisian dan otoritas kelurahan menegaskan bahwa motif di balik aksi nekat ini murni karena masalah internal keluarga dan luapan emosi sesaat.
Diketahui, pemuda tersebut merupakan seorang anak yatim piatu yang selama ini tinggal bersama kerabatnya. Sebelum kejadian, A terlibat perselisihan hebat dengan pamannya sendiri hingga berakhir pada pengusiran.
Hal yang membuat emosi pemuda ini memuncak hingga kehilangan akal sehat adalah kalimat tantangan pedas yang dilontarkan oleh sang paman saat mengusirnya.
"Pergi saja dari rumah ini, sekalian bawa makam orang tuamu," ujar sang paman, seperti yang ditirukan dalam keterangan warga.
Merasa sangat tersinggung dan sakit hati karena membawa-bawa mendiang orang tuanya, pemuda yang sedang kalap ini langsung mendatangi makam ibunya malam itu juga untuk membuktikan perkataan sang paman.
Berakhir Secara Kekeluargaan
Beruntung, berkat kesigapan warga dan aparat Kelurahan Muncul yang dipimpin oleh Sekretaris Kelurahan, Muhammad Ali, situasi dapat segera dikendalikan. Makam almarhumah sang ibu yang sempat tergali langsung dirapikan dan ditutup kembali seperti sedia kala.
Kasus ini tidak berlanjut ke ranah hukum pidana. Mengingat latar belakang pelaku dan adanya faktor kedukaan sebagai anak yatim piatu, pihak lingkungan dan keluarga sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan melalui jalur mediasi.
Kisah tragis ini menjadi pengingat keras bagi kita semua akan pentingnya menjaga lisan dalam lingkungan keluarga, serta bagaimana emosi yang tidak terkontrol dapat mendorong seseorang melakukan tindakan nekat yang merugikan.

0 Komentar