Mengenal Doom Spending: Mengapa Generasi Muda Gemar Belanja Saat Stres dan Cara Menghentikannya

 

Infografis mengenal doom spending dan 4 cara praktis menghentikan kebiasaan belanja saat stres untuk milenial.

Pernahkah Anda tiba-tiba check out keranjang belanjaan di e-commerce setelah seharian lelah bekerja atau pusing memikirkan tagihan bulan depan? 
Jika iya, Anda tidak sendirian. Fenomena ini sekarang dikenal dengan istilah Doom Spending—sebuah pelarian instan yang sayangnya justru bikin dompet makin sekarat.
Di artikel Hanakarunews kali ini, kita akan mengupas tuntas apa itu doom spending, mengapa kita bisa terjebak di dalamnya, serta bagaimana cara cerdas untuk menghentikannya sebelum tabungan Anda terkuras habis. Yuk, simak ulasan berikut ini!

Apa Itu Doom Spending?
Secara harfiah, doom spending adalah perilaku membelanjakan uang secara impulsif untuk menghibur diri dari perasaan stres atau pandangan suram (doom) terhadap masa depan.
Banyak anak muda merasa bahwa meskipun mereka menabung dengan keras, harga rumah tetap tidak terjangkau dan biaya hidup semakin mahal. Akhirnya, mereka memilih untuk menyerah pada rencana jangka panjang dan menghabiskan uang mereka untuk kesenangan instan hari ini, seperti membeli baju baru, kopi mahal, gadget terbaru, atau tiket konser.
Meskipun memberikan ledakan kebahagiaan sesaat (hormon dopamin), kebiasaan ini sangat berbahaya jika didukung oleh kemudahan akses Paylater dan E-wallet. Tanpa sadar, utang konsumtif Anda akan menumpuk.

4 Cara Praktis Menghentikan Doom Spending
Mengubah kebiasaan memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Berikut adalah 4 langkah nyata yang bisa Anda terapkan mulai hari ini untuk menyelamatkan dompet Anda:
1. Terapkan Aturan Menunggu 24 Jam
Saat melihat barang yang sangat Anda inginkan di media sosial atau e-commerce, jangan langsung klik tombol bayar. Masukkan dulu barang tersebut ke dalam keranjang belanja, lalu keluarlah dari aplikasi. Tunggu hingga keesokan harinya. Biasanya, setelah emosi dan stres Anda mereda dalam 24 jam, Anda akan menyadari bahwa barang tersebut sebenarnya tidak terlalu Anda butuhkan.
2. Batasi Paparan "Racun" di Media Sosial
Jika Anda tahu bahwa algoritma media sosial Anda (seperti FYP TikTok atau Instagram Reels) sering menampilkan video unboxing yang memicu keinginan belanja impulsif, mulailah membatasi diri. Anda bisa menyembunyikan konten tersebut, menggunakan fitur pembatasan waktu aplikasi, atau sengaja menjauhkan ponsel saat sedang merasa lelah dan stres.
3. Cari Pelarian Stres yang Gratis
Gantilah kebiasaan belanja dengan aktivitas lain saat stres, seperti berolahraga atau melakukan hobi, daripada langsung membeli barang secara impulsif.
4. Buat Rekening Khusus "Uang Main"
Alokasikan maksimal 10% gaji ke rekening terpisah khusus hiburan. Ini membantu Anda tetap bersenang-senang namun tetap terkendali dan tidak mengganggu kebutuhan pokok, seperti disarankan dalam konten rujukan.

Kesimpulan

Mengatasi doom spending bukan berarti Anda tidak boleh jajan sama sekali. Kuncinya adalah memberi jeda.

Mulai hari ini, coba terapkan aturan 'tunggu 24 jam' sebelum klik tombol bayar. Selamat mencoba, dan mari selamatkan tabungan kita!

Posting Komentar

0 Komentar